Trip To Gunung Sumbing 3371 MDPL via Garung bersama si Kecil

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

P_20170812_103330_HDRPendakian atau Trip to Gunung Sumbing 3371 MDPL dengan Persiapan yang lumayan matang selama 3 bulan, tim kali ini yang saya persiapkan berbeda dengan personil waktu ke gunung Sindoro, kecuali bro Asep yang akhirnya mampu bertahan untuk tetap melanjutkan trip ke gunung Sumbing, sedangkan yang lainnya tidak bisa ikut karena berbagai kendala dan kegiatan lainnya.

Pendakian ini merupakan chapter 1, karena setelah pendakian Gunung Sumbing kali ini, saya akan mencoba untuk mendaki lagi gunung sumbing sendirian pada bulan berikutnya.

Baca Juga Artikel :  Solo Hiking Gunung Sumbing 3371 MDPL via Garung

Oke, Tim terdiri dari 8 orang terdiri dari 7 orang dewasa dan 1 anak kecil berusia 5 tahun yaitu si kecil Aulia anak saya, hehe.

Tim berangkat dari Purwokerto Tanggal 11 Agustus 2017 Pukul 19.00 WIB, dengan 1 mobil diisi 9 orang karena istri saya ingin ikut main ke rumah Pak De juga. lumayan penuh dengan carrier di dalam mobil, tapi beruntung mobil saya alias si Jantan memang mobil tua yang jadi favorit karena memiliki tenaga dan body yang luas.

diperjalanan kami ke Wonosobo diiringi oleh super moon yang merah merona, menambah nikmat perjalanan.

Jam 12 malam tepat kami sampai di rumah Pak De, untuk bermalam dan esok pagi-pagi berangkat. perjalanan sedikit terlambat karena lampu mobil mendadak mati dan alhasil senter headlamp menjadi pengganti lampu mobil, hahaha.

Jpeg

Pasang Senter di Mobil

Esok hari Tanggal 12 Agustus 2017 ketika subuh pagi tiba-tiba Aulia ingin ikut mendaki, padahal sebelum-sebelumnya sudah coba saya ajak, tapi belum ada jawaban alias menggantung, coba bayangin enak gak sih di gantung, hahaha. Untungnya istri saya yang memang paham akan isi pikiran anak ini sudah mengantisipasi hal ini dengan mempersiapkan pakaian dan perlengkapan dasar anak saya untuk naik gunung. dan Saya yang paham betul kondisi fisik dan riwayat kesehatannya tanpa rasa kuatir sedikitpun langsung meng-iya-kan keinginannya.

Memang sebelumnya saya pernah ajak camping Aulia ke beberapa bumi perkemahan dan hiking tentunya, tapi untuk urusan mendaki gunung baru kali ini. new challenge tentunya.

so Pagi-pagi jam 7 saya, Aulia dan bro Akhsin, harus turun ke pasar untuk mencari peralatan Aulia yang masih kurang yaitu sepatu dan jas Hujan dan tentunya jajan makanan kesukaannya. hehehe

Selesai belanja peralatan Aulia dan sebagian peralatan tim yang kurang, jam 8.30 pagi kami sarapan dan packing untuk mempersiapkan keberangkatan ke basecamp jam 09.30 WIB diantar oleh kakak saya.

Pukul 09.45 WIB kami sampai di basecamp Garung, dan ternyata banyak pendaki yang menginap di basecamp untuk melakukan pendakian.

Hal yang dilakukan di Basecamp yaitu seperti biasa melakukan registrasi dan pendataan, serta pembayaran biaya registrasi sebesar Rp. 15.000,- / orang sudah termasuk Asuransi.

Breafing

Breafing

Jam 10.00 WIB tim berkumpul dan breafing, akhirnya kami putuskan untuk naik ojek untuk memangkas jarak dan waktu pendakian tentunya agar tidak terlalu malam tiba di Pos 3 yang rencananya akan kami jadi titik lokasi camp malam ini, karena melihat waktu kami yang sudah kesiangan yang seharusnya jam 07.00 WIB sudah melakukan pendakian.

Basecamp – Pos I (Naik Ojek) Pukul 10.08 – 10.20 WIB

dengan membayara Rp. 25.000/ orang kami naik ojek dan ojek di gunung sumbing unik, dimana penumpang biasanya kan di belakang pengemudi, tapi ini tidak kita yang di depan, aneh kaget donk, kirain saya yang nyupir, ternyata biar motor gak jumping ke belakang maka penumpang ditaruh di depan untuk membantu menambah beban bagian depan. hahaha, lucu juga ya

Jpeg

Aulia dengan Diah naik Ojek

Perjalanannya ekstrem dan ngebut banget si ojeknya hahaha, ane sampe nyengir-nyengir meringis ngeri-ngeri sedap, karena jalannya sangat menanjak dan batu-batu kali, kebayang kalau jatuh. 15 menit kami sampai di POS 1.

Kami pun tertawa antara ngeri dan senang karena selamat sehat saat naik ojek, tapi hal berbeda justru diperlihatkan si kecil Aulia yang justru senang dan gak mau turun dari ojek. hahaha

Aulia dan Diah Naik Ojek

Aulia dan Diah Naik Ojek – POS 1

POS 1 – POS 2 

di Pos 1 terlihat seperti shelter yang lumayan luas, dan merupakan batas kebun dengan hutan gunung Sumbing, ada warung dan mushola

P_20170812_103330_HDR

Tim melanjutkan perjalanan menuju POS 2, sebelumnya cek peralatan, pelajari lagi peta pendakian dan sedikit pemanasan dan tas si kecil Aulia saya yang bawa.

Saya minta bro Akhsin untuk menjadi leader karena saya harus mengcover Aulia tentunya, dan juga dibandingkan dengan bro Akhsin tentunya pergerakan saya lebih lambat dengan tas carrier berisi logistik tim.

Aulia berjalan bersama dengan Diah yang dia sebut tante Diah, kemudian bro cipto, bro billy, dan bro asep, bro cipto di belakang untuk cover bagian belakang.

perjalanan langsung menanjak jalan tanah setapak.

Track awal POS 1

Track awal POS 1

disini perjalanan mulai menguras tenaga karena cukup menanjak, sementara Aulia masih dengan karakter anak kecil berjalan santai sambil sesekali menggoda Diah untuk berjalan lebih cepat. hehehe.

Perjalanan relatif sangat santai, pelan tapi pasti, sambil sesekali diselingi canda dari Billy dan Akhsin. sementara di sela-sela istirahat Aulia meminta jatah jajannya yang saya bawa.

P_20170812_111802_1_p

Perjalanan dilanjutkan, Aulia dan bro Asep berjalan di depan, terlihat sangat cepat jalannya. kemudian bro Asep memutuskan berhenti sejenak sambil duduk di sebuah tunggul di tanjakan, tiba-tiba saja mengeluh Pusing dan kunang-kunang sambil nafasnya tersengal-sengal kemudian ambruk pingsan, yang lainnya panik, Diah langsung berteriak “hubungi basecamp!!!”, sementara Billy dan Choliz menyiramkan air ke wajahnya agar cepat sadar.

tiba-tiba saja mengeluh Pusing dan kunang-kunang sambil nafasnya tersengal-sengal kemudian ambruk pingsan, yang lainnya panik, Diah langsung berteriak “hubungi basecamp!!!”

Saya langsung minta cipto untuk bantu angkat Asep dan balik badannya kepala di bawah dan kaki di atas, kemudian langsung mencoba menyadarkan, nafasnya masih tersengal-sengal setengah sadar, saya keluarkan tabung oksigen kecil dari kepala carrier, menyuplai oksigen ke hidung bro Asep, sambil memberi aba-aba dalam hitungan 1, 2, 3 tarik selama 2 detik, kemudian keluarkan perlahan lewat mulut, kedua kalinya lagi 1, 2, 3 tarik dan keluarkan lagi lewat mulut, disini kesadaran bro Asep sudah mulai terbuka matany, dan yang ketiga kalinya, berhasil sadarseenuhnya, sambil duduk perlahan bro Asep bertanya “Koq aku tidur ya?”, hehehe, dia gak sadar kalau pingsan walauapun sebentar kurang lebih 3 menit. dan kejadian berlangsung sangat cepat. dan tentunya dibutuhkan ketenangan, kecepatan dan ketepatan dalam pertolongan dalam kejadian ini.

Semua langsung tertawa dan tersenyum tenang karena tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, bro Asep sedikit protes karena celananya sampai tembus ke celana dalam basah terkena siraman air bro Choliz. hahaha.

Memang dalam pendakian gunung terutama jalan menanjak langkah dan nafas harus teratur dan berirama, pelan-pelan, karena jika tidak beraturan bisa menyebabkan kelelahan dan nafas menjadi tidak teratur dan tentunya bisa menyebabkan hal seperti diatas seperti bro Asep. ya mungkin karena dia mengikuti langkah si kecil Aulia yang notabene anak kecil dan tanpa beban barang.

No Problem jadi pengalaman berharga baik dari sisi cara berjalan dalam mendaki dan tentunya persiapan peralatan P3K tentunya. jangan pernah meremehkan sedikitpun persiapan dan perjalanan pendakian gunung walaupun kita sudah sering naik gunung.

Perjalanan dilanjutkan kembali setelah memeriksa kondisi tim, bro Asep tampak lebih bugar dari seblumnya, dan mulai berjalan dengan ritme yang teratur, Aulia dibelakangnya bersama Diah dan Akhsin.

Track menuju POS 2

Track menuju POS 2

Pukul 12.10 tim sampai di POS 2, kemudian memutuskan untuk beristirahat kurang lebih 30 menit, minum kopi, nyemil dan mengobrol santai dengan rombongan pendaki dari Bekasi.

Aulia sedang santai sambil nyemil jajanannya

Aulia sedang santai sambil nyemil jajanannya

P_20170812_121057_HDR

 

POS 2 – Engkol-Engkolan – POS 3 ( Pukul 12.40 – 15.15 WIB )

Setelah dirasa cukup beristirahat dan shalat dzuhur tim bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan menuju POS 3.

Namun kita sepertinya terlalu lama istirahat, sehingga kaki menjadi dingin dan kehilangan ritme langkah, jadi lumayan berat rasanya, dan benar saja setelah POS 2 kami harus menghadapi trek Engkol-Engkolan yang menjadi trek yang sangat menguras tenaga, menanjak, berdebu dan tanah rapuh tidak ada pegangan dan praktis satu dua langkah harus berhenti hanya sekedar untuk menghirup nafas.

Aulia mulai ngeluh capek, karena memang dari bawah sampai sini jalan terus, akhirnya di Engkol-engkolan saya putuskan untuk menggendong Aulia, sebelumnya bergantian tas dengan bro Asep , dan bro Asep memakai tas Cipto, jadi praktis tas logistik Tim dibawa oleh cipto yang tercungkring diantara kami, hahaha.

Mulai dari sini gak ada lagi canda atau guyonan, karena semua sibuk mengatur nafas masing-masing, hahaha, bro Asep berjalan paling depan sebagai leader memilih jalur, karena bro Akhsin harus di belakang cover Diah yang mulai terlihat kelelahan dan beberapa kali harus berhenti karena Kram kaki. Billy dan Choliz di depan Diah, sementara Cipto memilih jalur sebelah kanan berjarak sekitar 2 meter sebelah kami.

Awal Tanjakan Pestan

Awal Tanjakan Pestan

Saya yang menggendong Aulia beberapa kali harus berhenti dan duduk untuk beristirahat. Aulia yang seperti mengerti saya mulai kelelahan meminta untuk jalan kaki saja, walaupun beberapa kali harus saya angkat saat jalan sangat menanjak dan licin. Tapi melihat semangat dan perhatian kecilnya ke Saya, itu sudah cukup membangkitkan semangat saya. You are The Best Girl !!!

Diah yang beberapa kali Kram, kembali kram lagi saat istirahat, sambil menangis menahan sakit

Setelah melawati Engkol-engkolan tim istirahat sejenak dan recovery tenaga dengan cemilan dan minum, Diah yang beberapa kali Kram, kembali kram lagi saat istirahat, sambil menangis menahan sakit, tapi  salutnya yaitu Diah tidak menyerah dan tetap memiliki motivasi untuk terus melanjutkan perjalanan. Keren !

Perjalanan dilanjutkan menuju Pestan, relatif menanjak dan Pukul 15.15 tim sampai di POS 3 kemudian dilanjutkan keatas lagi persis di bawah POS Pestan untuk mendirikan camp.

Sampai camp Pukul 15.45, tim istirahat sejenak, saya dan Choliz meminjam cangkul bapak penjaga warung, untuk meratakan lokasi shelter, yang memang kebagian di lokasi yang sedikit miring, karena disitu sudah penuh oleh tenda pendaki lainnya.

Tim langsung membagi tugas masing-masing ada yang memasak dan membangun tenda, sementara diah mengasuh aulia dan bermain petak umpet dengan aulia.

Jam 4 sore makanan dan tenda telah selesai, tim langsung makan, ngopi dan bersantai ngobrol menikmati pemandangan yang sangat cerah, di tempat camp kami dikelilingi edelweis dan pohon lamtoro.

Jam 5 sore langit mulai berwarna jingga dan awan bergantungan memberikan nikmat santai kami di sore hari.

 

Selepas maghrib tim bersantai menikmati kopi sambil duduk melingkar bercerita sendau gurau, dipimpin oleh bro Billy, sementara saya di tenda menemani Aulia yang sepertinya sedang merajuk kangen Ibunya, tapi gak sampai menangis minta pulang, hanya diam saja, hehehe. Jam setengah 8 malam Aulia pun tertidur dan saya keluar untuk ikut breafing dengan tim persiapan summit dini hari nanti.

Saya mulai mengantisipasi jika nanti tidak ikut summit, dan tergantung dari kondisi Aulia, jika nyenyak tidur maka saya tidak ikut. dan bro Asep menggantikan saya sebagai leader di summit attack karena pengalaman hanya dia yang pernah naik gunung dan summit attack diantara lainnya.

Saat summit attack leader bukan sekedar berjalan di depan, tapi juga harus mampu memilih jalan, mengatur ritme perjalanan dan mengawasi kondisi team saat summit karena itu dilakukan dini hari dan tentunya gelap gulita.

Sebelum tidur tim sudah mempersiapkan peralatan dan perbekalan yang akan dibawa saat summit, serta carrier / tas mana saja yang akan dipakai untuk membawa peralatan.

Summit Puncak

Pukul 02.30 tim bangun dan persiapan, kemudian mulai tracking jam 03.00 pagi. sementara Saya dan Aulia stay di tenda, karena melihat aulia sangat tidur pulas efek kelelahan berjalan seharian, tidak tega rasanya membangunkannya.

Berdasarkan laporan dari bro Asep sebagai leader dan cerita anggota tim saat summit dan saat perjalanan menuju puncak beberapa anggota tim berjalan perlahan dan mencoba melawan rasa dingin, dan sekitar jam 4 pagi bro akhsin kedinginan disekitar area sebelum Pasar Watu karena tidak memakai sarung tangan, akhirnya bro choliz yang memang dari segi fisik sangat kuat dan tangguh meminjamkan sarung tangan kepada bro Akhsin.  dan tim memutuskan istirahat sejenak untuk nyemil dan minum.

semua tertawa puas, Kram, dingin,lelah,letih terbayar tuntas oleh keindahan puncak dan suasana kebersamaan tim.

Pukul 06.30 WIB tim sampai di puncak buntu, menikmati ketinggian dan keindahan puncak, berfoto-foto dan menyeduh susu coklat dan cemilan. semua tertawa puas, Kram, dingin,lelah,letih terbayar tuntas oleh keindahan puncak dan suasana kebersamaan tim.

Puncak Buntu, Gunung Sumbing

Puncak Buntu, Gunung Sumbing

Sementara Aulia terbangun jam setengah 6 pagi karena ngompol, hehehe, efek kedinginan mungkin. Keluar tenda dan bertanya pada kemana yang lainnya kok tidak ada. saya bilang sedang ke puncak sambil menunjuk bukit di depan. dan ternyata Aulia minta menyusul ke puncak, hehehe, walaupun udara pagi itu sangat dingin, setelah minum air putih dan sarapan roti, akhirnya saya putuskan untuk mencoba menyusul yang lainnya kepuncak dengan menggendong Aulia. tapi baru sampai di POS Pestan Aulia minta balik lagi ke tenda karena dingin. hehehe, no problem kid, setidaknya kamu sudah punya keinginan untuk terus melangkah, dan dengan cepat mengetahui batas diri.

Akhrinya kita hanya sampai pestan dan menikmati pemandangan pagi berdua di Lapang Pestan. Senang dan bangga rasanya, kita mengobrol berdua, nyemil dan bercanda, dan minta saya untuk cerita nanti ke mamahnya kalau Aulia lihat matahari terbit dan dinginnya gunung.

Jam setengah 7 saya dan Aulia memutuskan untuk kembali ke tenda, memasak makanan untuk tim yang nanti turun dari puncak, Auli juga membantu memasak, memotong sayuran dan bawang.

Setelah makanan matang Aulia menolak untuk makan duluan, nanti saja katanya bareng yang lainnya. disitu saya tersentuh dan tersenyum bangga dengan rasa kebersamaan yang terbangun dalam diri Aulia. Alhasil Aulia hanya sarapan roti dan secangkir cokelat panas. tiba-tiba Aulia minta antar untuk BAB, dan dia tanya dimana WC ? hahaha, gak ada WC sayang, saya langsung kasih pisau ke dia, Aulia pun tanya untuk apa? ya nanti untuk gali tanah, hahaha, dan diapun berhasil membuat WC darurat untuknya, walaupun ini baru pertama kali dia lakukan. tapi di langsung paham, setelah selesai BAB dan cebok, ditutup lubang bekas tempat BAB dengan tanah, seperti kucing kesayangan di rumahnya katanya, hehehe. You are the best !!!

Sambil menunggu tim turun aulia meminta pulpen dan buku catatan saya, katanya mau menggambar pemandangan, hehehe.

beberapa pendaki terlihat kembali dari puncak menyapa kami berdua, malah ada yang memberi jajanan ke Aulia, makasih om, kata Aulia dengan senang.

Jam 8 pagi tim sampai di camp dan ternyata cipto tidak terlihat dan sepertinya nyasar belok ke jalur Garung Baru sekitar 15 menit, saya dan Choliz sudah bersiap2 untuk mengejar dan mencarinya, tapi baru saja saya selesai pakai sepatu, dia sudah nongol dan nyengir, hehe nyasar. untungnya dia cepat recovery untuk berhenti dan mengamati jalurnya ternyata berbeda.

Sarapan Pagi hasil masakan Aulia, Menu Tumis Buncis, Wortel, dan Tempe Goreng + Kol Goreng

Sarapan Pagi hasil masakan Aulia, Menu Tumis Buncis, Wortel, dan Tempe Goreng + Kol Goreng

Turun ke Basecamp (12.00 – 16.00 WIB)

Jam 12 siang tim selesai beres-beres dan siap untuk turun, Aulia saya gendong dengan kain syal panjang, Carrier saya dibawa cipto, saya pakai daypack bro Asep. saya berjalan terlebih dahulu, kemudian cipto, billy, Diah,Akhsin, Asep dan Choliz berjalan paling belakang sebagai sweeper.

Tim berjalan sangat lambat padahal ini perjalanan turun, akhirnya saya putuskan untuk berjalan duluan, disusul choliz dan seterusnya.

Jam 15.00 saya dan Aulia sampai di POS I, disusul Choliz 15 menit kemudian, dan 16.00 WIB tim lengkap, minum teh dan kopi di warung POS I kemudian dilanjutkan naik ojek turun, ke Basecamp dimana kakak saya mas Eko dan mobil saya di Jantan sudah menunggu dengan untuk menyambut kami pulang.

Jam setengah 5 Sore mas Eko sudah standby menunggu kami, setelah melapor ke basecamp kami langsung naik mobil dan tentunya Aulia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Ibunya dan bercerita panjang lebar tentunya.

Sebuah pengalaman yang menyenangkan bersama si kecil, bukan bermaksud eksploitasi anak, atau memaksakan anak, tapi lebih kepada mengajarkan kepada anak untuk belajar mengasah daya juang, keluar dari zona nyaman.

Next trip Gunung Merbabu ya Aulia !!!

Personil : 

 

Push Your Limits Guys !!!!!

Facebook Comments